BEI Sesuaikan Metodologi dan Umumkan Daftar Saham High Shareholding Concentration
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyesuaikan metodologi High Shareholding Concentration (HSC) berdasarkan masukan pelaku pasar. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan penambahan kriteria Price Impact Ratio untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Perusahaan dalam kategori HSC dilarang masuk indeks utama seperti LQ45 atau IDX30, sehingga BEI mendorong distribusi saham ke publik melalui screening setiap tiga bulan.
Terdapat perbedaan data jumlah emiten HSC antara kedua sumber; CNBC Indonesia menyebutkan 51 perusahaan terdaftar, sementara Detik.com menyebutkan 60 emiten. Detik.com mencatat PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) memiliki kepemilikan tertinggi sebesar 98,62% per 25 September 2026, bersama 59 emiten lain termasuk Bank Permata, Bank Mega, dan Dian Swastatika Sentosa. BEI menegaskan bahwa penetapan HSC ini bukan merupakan bentuk pelanggaran peraturan pasar modal.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
BEI Buka-Bukaan Soal Masukan Pelaku Pasar Terkait Saham HSC
30 September 2026 pukul 17.29 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak Bertambah Jadi 60 Emiten, Ini Daftarnya
30 September 2026 pukul 20.00 · Baca aslinya ↗