Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

BGN Evaluasi dan Pelajari Sistem MBG Jepang Setelah Kasus Keracunan di Beberapa Daerah

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional SPPG di beberapa daerah setelah kasus gangguan pencernaan terkait konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Di Tulungagung, 198 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu mengalami keracunan, sehingga SPPG Tanjungsari 1 dihentikan selama 20 hari untuk evaluasi dan perbaikan SOP. Di Gowa, 11 dari 2.660 penerima mengalami gangguan pencernaan, namun hasil lab menyatakan makanan layak konsumsi dan sumber bakteri diduga berasal dari tempat cuci tangan sekolah. BGN kemudian mencabut suspend terhadap SPPG Gowa Pattallassang 2 dan membiayai kembali operasionalnya.

Di sisi lain, BGN aktif mempelajari sistem makan sekolah dari Jepang melalui kolaborasi dengan JICA. Tiga aspek utama yang dipelajari meliputi model Central Kitchen, konsep Shokuiku, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Sistem ini telah berjalan lebih dari 100 tahun di Jepang dan dianggap salah satu terbaik di dunia. BGN juga sedang menyiapkan aplikasi rating untuk memantau kualitas layanan MBG di sekolah.

Di Kabupaten Batang, seorang guru meminta petugas SPPG mencicipi makanan sebelum distribusi ke siswa, sebagai respons terhadap beberapa kasus dugaan keracunan. Permintaan ini viral dan mendesak BGN untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan, keamanan pangan, kebersihan, penyimpanan, dan distribusi MBG.

Menurut tiap media