BGN Intensifkan Keamanan MBG Usai Insiden Ikan Busuk Sumut
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan penyebab insiden keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Investigasi sementara menunjukkan kelalaian pengolahan, di mana sekitar 200 hingga 300 ekor ikan tidak disimpan di freezer dan dibiarkan pada suhu ruangan selama lebih dari 12 jam. Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap kelalaian yang membahayakan nyawa penerima manfaat.
Sebagai tindak lanjut, BGN menutup permanen sebanyak 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sejak 22 Juli 2026, berdasarkan hasil evaluasi standar keselamatan pangan, termasuk respons atas insiden keracunan makanan di Berastagi. BGN juga berencana membekisi seluruh dapur SPPG dengan peralatan test kit kimiawi untuk mendeteksi racun seperti arsenik dan pembusukan bahan makanan. Metode pengujian ini mengadopsi standar dapur kelolaan Bhayangkari Polri.
Korban masih menjalani perawatan di ICU, namun kondisinya dilaporkan mulai membaik. BGN akan memperketat prosedur keamanan pangan bagi 27.000 kepala dapur di seluruh Indonesia. Penindakan disiplin meliputi ancaman pencopotan hingga pemecatan bagi personel BGN yang gagal memenuhi standar kerja.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
BGN Ungkap Penyebab Insiden MBG di Sumut, Ikan Tidak Disimpan di Freezer
17 Agustus 2026 pukul 04.57 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Sudaryono Kerja Keras Benahi MBG, 1.300 Dapur Disegel Kurang dari Sebulan Menjabat
18 Agustus 2026 pukul 09.18 · Baca aslinya ↗