BI Proyeksikan Pertumbuhan Global 3 Persen, Pertahankan BI-Rate 5,75%
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 hanya mencapai sekitar 3 persen, dipengaruhi oleh ketidakpastian pasar keuangan yang tinggi, konflik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak, dan tekanan inflasi. Gubernur Sementara BI Destry Damayanti menyatakan prospek perekonomian dunia masih lemah, dengan skenario higher for longer yang menyebabkan suku bunga dan imbal hasil obligasi tetap tinggi hingga akhir tahun. Tekanan ini juga dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga Federal Funds Rate AS yang diperkirakan akan bertahan tinggi, sekaligus kebutuhan pembiayaan defisit anggaran pemerintah AS yang meningkatkan pasokan obligasi di pasar.
Dalam rapat dewan gubernur pada 18-19 Agustus 2026, BI memutuskan mempertahankan BI-Rate pada 5,75%, sebagai kompromi antara menjaga stabilitas rupiah dan membuka ruang pertumbuhan ekonomi. Inflasi Juli 2026 turun menjadi 2,88% (dari 3,34% Juni), masih dalam sasaran 2,5% ± 1%. Kredit perbankan naik 13,58% tahunan pada Juli, didukung oleh kebijakan makroprudensial dan KLM. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada Kuartal I-2026 dengan PDB mencapai Rp6.187,2 triliun.
BI menilai keputusan ini bersifat defensif untuk rupiah sekaligus membuka ruang kebijakan fiskal pemerintah. Pemerintah diharapkan mengarahkan belanja produktif, reformasi regulasi, dan insentif ke sektor industri pengolahan, UMKM, infrastruktur, dan energi agar kredit mengalir ke investasi produktif, bukan sekadar konsumsi.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Bos BI Lihat Prospek Ekonomi Global Masih Lemah, Tumbuh Cuma 3 Persen
20 Agustus 2026 pukul 04.45 · Baca aslinya ↗
kumparan
Bank Indonesia Menahan Bunga, tetapi Jangan Biarkan Ekonomi Tertahan
21 Agustus 2026 pukul 13.00 · Baca aslinya ↗