Bank Indonesia Menahan Bunga, tetapi Jangan Biarkan Ekonomi Tertahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate pada 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur 18-19 Agustus 2026. Keputusan ini menjadi kompromi antara menjaga stabilitas rupiah dan membuka ruang pertumbuhan ekonomi. Inflasi Juli 2026 turun menjadi 2,88% (dari 3,34% Juni), masih dalam sasaran 2,5% ± 1%. Kredit perbankan naik 13,58% tahunan pada Juli, dibangun oleh kebijakan makroprudensial dan KLM. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada Kuartal I-2026 dengan PDB Rp6.187,2 triliun. Keputusan BI dianggap defensif untuk rupiah sekaligus membuka ruang kebijakan fiskal pemerintah. Pemerintah perlu mengarahkan belanja produktif, reformasi regulasi, dan insentif ke sektor industri pengolahan, UMKM, infrastruktur, serta energi untuk memastikan kredit mengalir ke investasi produktif bukan sekadar konsumsi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 04.45
Bos BI Lihat Prospek Ekonomi Global Masih Lemah, Tumbuh Cuma 3 Persen
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.48
Prospek Ekonomi Global Lemah, Pertumbuhan Diproyeksi hanya 3 Persen
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 15.48
81 Tahun RI: Ekonomi Melejit, Kelas Menengah Kok Malah Terjepit?
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.48
BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% Demi Amankan Rupiah
Berita terkait
Destry Blak-blakan Alasan BI Tahan Bunga 5,75%
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 21.40
Bank Indonesia-Kemenkeu Perkuat Sinergi Fiskal dan Moneter, Ini 5 Fokusnya
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 20.33
Dasco Panggil Suahasil Nazara hingga Danantara, Bahas Apa?
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 18.42
Suahasil Sebut Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 16.35