BI Waspadai Lonjakan Harga Minyak dan Tekanan Capital Outflow
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Bank Indonesia (BI) memantau lonjakan harga minyak dunia yang mencapai US$125,53 per barel pada 24 September 2026, naik dari rata-rata Agustus sebesar US$90,88 per barel. Lonjakan ini bertepatan dengan tekanan capital outflow dari pasar berkembang akibat kebijakan moneter global yang ketat dan fenomena higher for longer. Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa kondisi ini berpotensi menekan aliran modal asing ke Indonesia.
Untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, BI menggandeng insentif lindung nilai (hedging), instrumen swap, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Di depan DPR, Destry juga mengungkapkan kebijakan moneter meliputi pengawasan devisa dan likuiditas melalui repo non-SBN yang siap Oktober 2026. Kebijakan ini mendukung enam program strategis BI dalam menghadapi suku bunga tinggi global.
Selain itu, BI juga menyiapkan kebijakan makroprudensial melalui digitalisasi pengawasan, serta ekspansi sistem pembayaran cross-border dan eksperimen aset digital. Target keseluruhan adalah menjaga konsistensi enam program strategis BI, termasuk pasar uang dan valas, ekonomi inklusif-hijau-syariah, keuangan daerah, kelembagaan, inovasi digital, dan SDM.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
BI Waspadai Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Tekanan Capital Outflow
28 September 2026 pukul 13.30 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Di Depan DPR, Destry Ungkap Kebijakan BI Saat Dunia Gonjang Ganjing!
28 September 2026 pukul 14.35 · Baca aslinya ↗