BI Waspadai Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Tekanan Capital Outflow
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333300/original/031781600_1787741574-gb3.jpg)
Bank Indonesia (BI) mewaspadai lonjakan harga minyak dunia yang mencapai US$125,53 per barel pada 24 September 2026, naik dari rata-rata Agustus sebesar US$90,88 per barel. Lonjakan ini bertepatan dengan tekanan capital outflow dari pasar berkembang akibat kebijakan moneter global yang ketat dan fenomena higher for longer. Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa kondisi ini berpotensi menekan aliran modal asing ke Indonesia, sekaligus menyampaikan langkah BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah melalui insentif lindung nilai (hedging) dan instrumen swap serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
Bagikan
Berita terkait
BI Ungkap 3 Biang Kerok Nilai Tukar Rupiah Melemah
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.10
Rupiah Tertekan Sentimen Global dan Impor Valas, Begini Strategi BI
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 12.30
Rupiah Dibayangi Gejolak Global, Bank Indonesia Rilis Jurus Baru Jaga Nilai Tukar
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32
Video: Harga Minyak dan Inflasi AS Melonjak, Suku Bunga The Fed Naik
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 13.00