BMKG: Abu Anak Krakatau Tak Terdeteksi, Selat Sunda Aman dari Tsunami
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau tidak lagi terdeteksi dari citra satelit sejak pukul 01.00 WIB. Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani mengungkapkan bahwa wilayah sekitar gunung tersebut sudah bersih dari debu vulkanik, sehingga jika erupsi tetap berhenti, tidak akan ada lagi penyebaran abu yang meresiko. BMKG sebelumnya memantau pergerakan debu vulkanik hingga ketinggian 50.000 kaki, yang tersebar ke arah barat dan timur di lapisan bawah.
Kondisi perairan di Selat Sunda juga dinilai aman. Hasil pemantauan menggunakan HF Radar dan tide gauge menunjukkan tidak ada peningkatan signifikan tinggi gelombang atau perubahan arus yang mengkhawatirkan. Arus dan kondisi ombak tidak menunjukkan tren kenaikan yang mengkhawatirkan, sehingga tidak ada indikasi bahaya tsunami terkait erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pantauan satu sumber menyebutkan abu vulkanik kini mengarah ke arah barat laut dan berada di ketinggian yang cukup tinggi di atas permukaan samudra, sehingga tidak lagi memengaruhi wilayah daratan Indonesia. Beberapa laporan menyebutkan wilayah yang dinyatakan bersih meliputi Lampung, Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat, sementara laporan lain hanya menyebutkan wilayah sekitar gunung.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
BMKG: Sebaran Abu Anak Krakatau Kini Tak Lagi Terdeteksi, Kondisinya Bersih
10 September 2026 pukul 17.58 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
BMKG: Udara di Lampung, Banten hingga DKI Sudah Bersih Abu Vulkanik
10 September 2026 pukul 19.09 · Baca aslinya ↗