BMKG: Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Terdeteksi, Selat Sunda Aman
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau tidak lagi terdeteksi dari citra satelit sejak pukul 01.00 WIB. Pengumuman ini disampaikan Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramudawardani, berdasarkan pemantauan citra satelit per Kamis, 10 September 2020. Menurut Ida, sejak malam sebelumnya, sebaran debu vulkanik tidak lagi terdeteksi dari citra satelit, sehingga diperkirakan tidak akan ada lagi penyebaran abu jika erupsi tetap berhenti. Sebelumnya, BMKG memantau pergerakan debu vulkanik hingga ketinggian 50.000 kaki, yang tersebar ke arah barat dan timur di lapisan bawah.
Selain itu, kondisi perairan di Selat Sunda juga dinilai aman. Ida menyatakan bahwa tidak ada ketinggian gelombang yang signifikan di wilayah perairan Selat Sunda, sekitar Gunung Anak Krakatau. Arus dan kondisi ombak pun tidak menunjukkan tren kenaikan yang mengkhawatirkan. Hasil pemantauan menggunakan HF Radar dan tide gauge menunjukkan tidak ada peningkatan signifikan tinggi gelombang atau perubahan arus yang mengkhawatirkan.
Paparan abu vulkanik dari letusan Anak Krakatau juga sudah jauh mengalir dari wilperti Indonesia. Menurut Ida, abu vulkanik kini mengarah ke arah barat laut dan berada di ketinggian yang cukup tinggi di atas permukaan samudra, sehingga tidak lagi memengaruhi wilayah daratan Indonesia. BMKG juga memantau kondisi gelombang di Selat Sunda untuk mendeteksi potensi tsunami. Dengan demikian, kondisi di wilayah Selat Sunda dianggap aman dan tidak ada indikasi bahaya tsunami terkait erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
BMKG: Sebaran Abu Anak Krakatau Kini Tak Lagi Terdeteksi, Kondisinya Bersih
10 September 2026 pukul 17.58 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
BMKG: Udara di Lampung, Banten hingga DKI Sudah Bersih Abu Vulkanik
10 September 2026 pukul 19.09 · Baca aslinya ↗