BMKG Akui Perlunya Penyederhanaan Bahasa Peringatan Bencana
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Anggota Komisi V DPR, Boyman Harun, meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi bencana menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat umum, bukan bahasa teknis atau 'bahasa komputer'. Menanggapi usulan tersebut, Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menyatakan bahwa pihaknya sudah berupaya menyederhanakan bahasa dalam penyampaian informasi sejak lama, sesuai empat pilar diseminasi yang meliputi akurat, cepat, mudah dipahami, dan luas jangkauannya.
BMKG mengakui bahwa penyampaian informasi kebencanaan kepada masyarakat masih perlu disederhanakan agar lebih mudah dipahami. Guswanto menyatakan bahwa perubahan dari bahasa teknis ke bahasa publik tidak dapat dilakukan secara instan dan harus dilakukan secara bertahap. Proses ini perlu menyesuaikan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat di setiap daerah.
BMKG telah mulai mencoba menerjemahkan informasi kebencanaan ke dalam bahasa lokal untuk memastikan pesan yang disampaikan benar-benar dipahami oleh masyarakat di wilayah rawan bencana. Namun, karena perpindahan dari bahasa teknis ke bahasa publik sangat bergantung pada wilayah, proses ini membutuhkan waktu dan tidak dapat diseragamkan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Respons BMKG soal Usulan Beri Informasi Tak Pakai 'Bahasa Komputer'
8 September 2026 pukul 17.24 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
BMKG Akui Bahasa Peringatan Bencana Masih Perlu Disederhanakan, Guswanto: Harus Pelan-pelan
8 September 2026 pukul 18.23 · Baca aslinya ↗