BMKG Akui Bahasa Peringatan Bencana Masih Perlu Disederhanakan, Guswanto: Harus Pelan-pelan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakui bahwa penyampaian informasi kebencanaan kepada masyarakat masih perlu disederhanakan agar lebih mudah dipahami. Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menyatakan bahwa perubahan dari bahasa teknis ke bahasa publik tidak dapat dilakukan secara instan dan harus dilakukan secara bertahap. Proses ini perlu menyesuaikan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat di setiap daerah. BMKG telah memiliki prinsip dalam menyebarkan informasi yang akurat, cepat, mudah dipahami, dan memiliki jangkauan luas. Namun, terjemahan dari informasi teknis ke bahasa yang benar-benya mudah dipahami masyarakat masih membutuhkan waktu, terutama karena perbedaan karakter masyarakat dan wilayah yang ada.
Guswanto menjelaskan bahwa BMKG telah mulai mencoba menerjemahkan informasi kebencanaan ke dalam bahasa lokal untuk memastikan pesan yang disampaikan benar-benar dipahami oleh masyarakat di wilayah rawan bencana. Langkah ini dinilai penting agar informasi tidak hanya tersampaikan sebagai data teknis, tetapi juga dapat ditindaklanjuti oleh masyarakat. Namun, karena perpindahan dari bahasa teknis ke bahasa publik sangat bergantung pada wilayah, proses ini membutuhkan waktu dan tidak dapat diseragamkan.
Kritik ini muncul setelah Anggota Komisi V DPR, Boyman Harun, meminta BMKG untuk menggunakan bahasa yang lebih sederhana ketika memberikan informasi terkait potensi bencana. Boyman menilai bahwa penggunaan istilah teknis atau bahasa yang terlalu menyerupai bahasa komputer tidak selalu dapat dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia juga meminta agar informasi BMKG tidak hanya berhenti pada pemberitahuan kondisi cuaca atau musim, tetapi juga mencakup langkah antisipasi dan mitigasi sebelum bencana terjadi. Guswanto menegaskan bahwa BMKG sepakat dengan menggunakan bahasa yang lebih mudah dicerna, meski penerapannya dilakukan secara bertahap.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 8 September 2026 pukul 17.24
Respons BMKG soal Usulan Beri Informasi Tak Pakai 'Bahasa Komputer'
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 18.13
Komisi V DPR Minta Informasi Kebencanaan Tak Pakai Bahasa Komputer, BMKG: Butuh Waktu
kumparan · 8 September 2026 pukul 17.06
Anggota Komisi V Minta BMKG Tak Pakai Bahasa Rumit, Ini Respons BMKG
Berita terkait
DPR Tegur BMKG: Informasi Bencana Jangan Cuma Prakiraan, Harus Ada Lokasi dan Langkah Antisipasi
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 16.49
Komisi V DPR Dorong Integrasi Kelembagaan dan Anggaran untuk Perkuat Penanganan Bencana
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 15.10
Komisi V Rapat Bareng Menhub-BMKG Bahas Marak Laka Kapal: Manifes Bermasalah
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 12.10
BNPB Ingatkan Masyarakat Pesisir Waspadai Hoaks Tsunami
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 19.38