Jakarta · Sabtu, 3 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

BMKG: El Niño dan IOD Positif Perpanjang Kemarau, Hujan Lebat Masih Terbatas

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa kondisi udara di sejumlah wilayah Indonesia masih terasa sangat kering meski puncak kemarau telah lewat pada Agustus-September 2026. Menurut Liputan6.com, penyebab utama adalah indikator El Niño yang memasuki fase sangat kuat, yang memperparah kemarau. Suhu permukaan laut turun akibat pendingian sejak Maret 2026, sehingga pertumbuhan awan dan uap air berkurang. Kemarau lebih panjang dari biasanya, memakan hingga 529 zona musim dengan 61,08 persen luasan daratan. Di sisa wilayah, 26 zona musim berstatus normal dan 11 zona musim maju. Musim penghujan diperkirakan tiba akhir Oktober hingga November 2026.

Sementara itu, menurut SINDOnews, BMKG melaporkan fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat masih berlangsung di Samudra Pasifik ekuatorial, sementara Indian Ocean Dipole (IOD) positif berkontribusi pada berkurangnya suplai uap air dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat. Pada Dasarian I Oktober 2026, BMKG mencatat sekitar 79,65 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah (0–50 mm/dasarian), 19,99 persen kategori menengah (50–150 mm/dasarian), dan 0,36 persen kategori tinggi (150–300 mm/dasarian). Dominasi curah hujan kategori rendah menunjukkan kondisi kering masih berpotensi berlanjut.

BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang tinggi hingga 4 meter bagi sejumlah wilayah pesisah yang perlu mendapatkan kewaspadaan khusus. Hujan lebat berpotensi terjadi secara lokal hingga 8 Oktober 2026, meski secara keseluruhan kondisi cuaca masih didominasi oleh masa kemarau.

Menurut tiap media