Pemicu Udara Masih Terasa Kering Meski Puncak Kemarau Sudah Lewat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7182657/original/038964600_1779978568-5.jpg)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa udara di sejumlah wilayah Indonesia masih terasa sangat kering meski puncak kemarau sudah lewat pada Agustus-September 2026. Penyebab utama adalah indikator El Nino yang sudah memasuki fase sangat kuat, yang memperparah kemarau. Kondisi pendinginan sejak Maret 2026 menyebabkan suhu permukaan laut menurun, mengurangi pertumbuhan awan dan uap air. Akibatnya, kemarau lebih panjang dari biasanya, memakan hingga 529 zona musim dengan 61,08 persen luasan daratan. Musim penghujan akan mundur, dengan prediksi akhir kemarau pada bulan Oktober-November 2026. Di sisa wilayah, 26 zona musim berstatus normal dan 11 zona musim maju.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 09.30
Prediksi Awal Musim Hujan di Jogja, Berbeda Dibandingkan 30 Tahun Terakhir
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 09.00
Daftar Daerah Mulai Masuk Musim Hujan Oktober 2026
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 06.30
Daftar 17 Wilayah Berpotensi Hujan Hari Ini
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 20.20
El Nino Lepas Gelombang Raksasa di Bawah Laut, RI Rasakan Dampaknya
Berita terkait
Daftar Wilayah Masuk Puncak Musim Kemarau September 2026
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 09.40
Juli 2026 Jadi yang Terkering Sejak 1991, Ancaman Kemarau Ekstrem Nyata
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 18.27
Waspada Hujan Lebat Selasa Ini, Simak Daftar Wilayahnya
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 06.49
BMKG: El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Mundur
kumparan · 24 September 2026 pukul 19.00