BMKG Pantau Letusan Gunung Anak Krakatau, Tsunami Rendah
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
BMKG memantau 24 jam aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga pukul 07.00 WIB, tidak ada anomali muka air laut yang terdeteksi dari 20 sensor tsunami gauge di Selat Sunda. Analisis HF Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung menunjukkan probabilitas tsunami di bawah 40 persen dengan tinggi gelombang sekitar satu meter. BMG juga merekam gangguan geomagnetik dan petir vulkanik, namun intesitasnya tidak sebesar letusan awal. Kedua media mencantumkan bahwa pemantauan dilakukan 20 sensor tsunami gauge dan hasil analisis HF Radar Array menunjukkan probabilitas tsunami di bawah 40 persen dengan gelombang sekitar satu meter, serta gangguan geomagnetik dan petir vulkanik dengan intensitas lebih rendah dari letusan awal.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Gunung Anak Krakatau Erupsi, BMKG Pastikan Tak Ada Anomali Muka Air Laut
6 September 2026 pukul 11.33 · Baca aslinya ↗
kumparan
BMKG: Potensi Tsunami di Selat Sunda Rendah, Gelombang Sekitar 1 Meter
6 September 2026 pukul 14.09 · Baca aslinya ↗