Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

El Nino Kuat 2026-2027 Membawa Kemarau Panjang di Beberapa Wilayah Indonesia

BMKG memrediksi fenomena El Nino dengan indeks ENSO Nino3.4 mencapai +2,99 pada Dasarian II Agustus 2026, diprediksi bertahan hingga akhir 2027. Kombinasi kemarau panjang, angin timuran, Monsun Australia aktif, serta potensi IOD positif hingga Oktober 2026 meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla di NTT. Di Jawa Barat, BMKG memrediksi puncak musim kemarau pada September-Oktober 2026, dengan intensitas mirip tahun 1997-1998. Status Awas kekeringan meteorologis ditetapkan di Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) dari 21-31 Agustus 2026 karena hari tanpa hujan lebih dari 50 hari. Gubernur Kalteng menyatakan pelaku karhutla di Tatas, Kobar siap ditindak, mengingat cuaca kering berkepanjangan dan prediksi El Nino kuat. Pemerintah Bogor menyediakan 7-9 juta liter air bersih untuk masyarakat. BMKG meminta penghematan air, hindari pembakaran lahan, serta pantau prakiraan cuaca secara berkala.

Menurut tiap media