Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

BNPB Catat 108,28 Hektare Lahan Terbakar di Empat Wilayah, Sumsel Turun 88 Persen dalam 3 Tahun

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 108,28 hektare lahan terbakar di empat wilayah selama dua hari, yakni Jumat 28 hingga Sabtu 29 Agustus 2026. Kebakaran tersebar di Maluku Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Aceh. Di Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Barat mencatat 50 hektare lahan terbakar di Kampung Pepas Eheng, sementara di Jawa Tengah, Kabupaten Sukoharjo dan Klaten masing-masing mencatat 22 hektare dan 9,28 hektare. Di Aceh, kebakaran melanda 20 hektare di Kabupaten Bener Meriah dan 4 hektare di Kabupaten Aceh Selatan. Di Maluku Utara, 3 hektare lahan terbakar di Kabupaten Halmahera Timur.

BNPB juga mencatat penurunan luas area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mencapai lebih dari 88 persen selama tiga tahun terakhir. Penurunan ini tercatat secara konsisten dari 264.165,68 hektare pada 2023, menyusut menjadi 30.844,96 hektare pada 2024, dan kembali berkurang menjadi 11.879,56 hektare pada 2025. Pada 2026, per 30 Agustus, tersisa 67,06 hektare area terbakar yang masih dalam proses pendinginan.

Penurunan signifikan ini dicapai berkat efektivitas sistem peringatan dini, respons cepat Satgas, dan kolaborasi lintas sektor. BNPB bersama Satgas Karhutla Sumsel mengintensifkan operasi darat dan udara, berhasil memadamkan 18,36 hektare lahan. Sisa 48,7 hektare area, terutama di wilayah gambut tebal seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin, sedang dalam proses pendingian. Untuk mendukung operasi, 11.567 personel gabungan disiagakan, didukung oleh sembilan unit armada udara untuk patroli, water bombing, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Meskipun situasi karhutla terkendali, BNPB mengimbau masyarakat khususnya di Kota Palembang untuk mewaspadai kualitas udara akibat asap yang sempat mencapai kategori sangat tidak sehat, gunakan masker medis, dan hindari pembakaran lahan.

Menurut tiap media