BNPB Intensifkan OMC untuk Atasi Karhutla dan Kekeringan di Kaltim
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Timur untuk menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan ekstrem. Dalam operasi ini, BNPB menyiapkan tiga ton bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) atau garam yang tersebar di beberapa wilayah seperti Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Barat, dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Operasi penyemaian awan dilakukan berdasarkan analisis dan prakiraan cuaca harian yang akurat, termasuk pemantauan potensi pertumbuhan awan dan proyeksi curah hujan. Probabilitas pertumbuhan awan hujan di wilayah Kaltim saat ini berada pada kisaran 50 hingga 70 persen.
Plt Kapusdatin BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa kondisi cuaca menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan OMC. Jika tidak ada potensi pembentukan awan, operasi tidak dilakukan. Menurut BNPB, OMC untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sangat bergantung pada keberadaan bibit awan di atmosfer. Tanpa adanya bibit awan, penyemaian bahan semai seperti garam tidak akan memberikan dampak terhadap pembentukan hujan. Meski demikian, BNPB berkomitmen memanfaatkan setiap peluang kecil potensi hujan untuk membantu penanganan karhutla di wilayah terdampak.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
BNPB: OMC Tak Bisa Dilakukan Jika Tak Ada Bibit Awan
15 September 2026 pukul 21.17 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Atasi Karhutla, BNPB Intensifkan Modifikasi Cuaca di Berbagai Wilayah Kalimantan Timur
17 September 2026 pukul 14.23 · Baca aslinya ↗