BNPB: OMC Tak Bisa Dilakukan Jika Tak Ada Bibit Awan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sangat bergantung pada keberadaan bibit awan di atmosfer. Tanpa adanya bibit awan, penyemaian bahan semai seperti garam tidak akan memberikan dampak terhadap pembentukan hujan.
Plt Kapusdatin BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa kondisi cuaca menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan OMC. Jika tidak ada potensi pembentukan awan, operasi tidak dilakukan. Meski demikian, BNPB berkomitmen memanfaatkan setiap peluang kecil potensi hujan untuk membantu penanganan karhutla di wilayah terdampak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.50
Luas Lahan Terbakar di Kalbar Tembus 48.536 Ha, Masih Ada 19 Hotspot
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.40
BNPB: Ribuan Hektare Lahan Masih Terbakar di Sejumlah Wilayah Kalimantan, Termasuk Ada yang Mengancam IKN
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.38
Jarak Pandang Minim, Heli Jepang Belum Dioperasikan Padamkan Karhutla
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.17
BNPB: Karhutla masih Landa Sumsel, Jambi, dan Riau
Berita terkait
Operasi Modifikasi Cuaca di Kalsel Belum Bisa Dilakukan, Ini Alasannya
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 19.58
BNPB Maksimalkan OMC-Operasi Darat Padamkan Karhutla Riau hingga Kalimantan
Detik.com · 13 September 2026 pukul 01.02
BNPB Ungkap OMC dan Operasi Darat Paling Efektif Padamkan Karhutla
CNN Indonesia · 12 September 2026 pukul 21.00
Kepala BNPB: OMC, Operasi Darat, dan Operasi Udara Dipadukan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 17.13