Kepala BNPB Minta Maaf atas Pernyataan 'Kehidupan Normal' di Tengah Karhutla Kalimantan
Rangkuman gabungan dari 5 media · disusun dengan AI
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meminta maaf atas pernyataannya mengenai 'roda kehidupan masyarakat berjalan normal' saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Pernyataan tersebut muncul dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto pada 23 September dan memicu kegaduhan karena dianggap mengabaikan penderitaan warga terdampak kabut asap. Suharyanto mengklarifikasi bahwa kata 'normal' hanya merujuk pada indikator terbatas seperti lalu lintas darat, perdagangan, dan pelayanan publik yang masih beroperasi. Ia mengakui bahwa kualitas udara di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masih buruk, yang berdampak serius pada kesehatan, pendidikan, serta mengganggu penerbangan komersial dan operasi udara penanganan bencana. BNPB menegaskan bahwa penanganan karhutla masih menjadi prioritas serius. Saat ini, BNPB bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan terus melakukan pemadaman serta penanganan dampak kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Kepala BNPB Minta Maaf, Luruskan Maksud 'Hidup Normal' Saat Kabut Karhutla
25 September 2026 pukul 19.14 · Baca aslinya ↗
kumparan
Kepala BNPB Klarifikasi soal 'Kehidupan Normal' di Tengah Karhutla Kalimantan
25 September 2026 pukul 19.54 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Kepala BNPB Klarifikasi soal 'Kehidupan Berjalan Normal' Saat Karhutla
25 September 2026 pukul 20.23 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Pernyataan Kehidupan Masyarakat Normal di Tengah Karhutla Kalimantan Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Kepala BNPB
25 September 2026 pukul 22.20 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Kepala BNPB Jelaskan Maksud 'Normal' di Tengah Kabut Asap
25 September 2026 pukul 23.39 · Baca aslinya ↗