BNPB Usulkan Gudang Logistik Bencana di Setiap Daerah untuk Percepat Bantuan
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengusulkan pembangunan gudang logistik bencana di setiap kabupaten/kota Indonesia. Usulan ini dibahas dengan Presiden Prabowo Subianto pasca-gempa di Nagekeo, NTT. Suharyanto menyampaikan banyak gudang logistik BPBD kosong, menjadi kendala respons cepat saat bencana. Gudang bencana diharapkan menyimpan stok dasar seperti sembako, selimut, tenda, dan matras agar bisa disalurkan segera sebelum bantuan pusat tiba. Menurut Suharyanto, pengiriman bantuan ke lokasi bencana bisa memakan waktu lebih dari 24 jam, terutama bila akses terputus atau lokasi berada di daerah terpencil.
Estimasi kebutuhan stok logistik dasar per daerah berkisar antara Rp5 miliar hingga Rp10 miliar. Dengan adanya buffer stock yang siap, masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan bantuan awal. Usulan ini telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapatkan respons positif. Presiden menyatakan akan mempertimbangkan penerapan kebijakan ini secara nasional, termasuk membantu setiap provinsi agar memiliki gudang dan persediaan makanan yang cukup.
Detik.com dan JawaPos menyebutkan gempa di Nagekeo, NTT sebagai latar belakang usulan ini. CNN Indonesia tidak menyebutkan lokasi gempa tersebut. Semua sumber menyampaikan estimasi biaya Rp5-10 miliar per daerah untuk stok logistik dasar. Perbedaan utama terletak pada penyebutan lokasi gempa dan durasi penyaluran bantuan yang bisa melebihi 24 jam.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Percepat Bantuan, Kepala BNPB Usul Ada Gudang Logistik Bencana di Tiap Daerah
27 Agustus 2026 pukul 10.06 · Baca aslinya ↗
JawaPos
BNPB Usul Setiap Daerah Punya Gudang Bencana, Stok Logistik Butuh Rp 5-10 Miliar
27 Agustus 2026 pukul 18.31 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
BNPB Dorong Setiap Kabupaten/Kota Bangun Gudang Logistik Bencana
28 Agustus 2026 pukul 11.52 · Baca aslinya ↗