Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

BP BUMN dan Danantara Minta Pertamina Tingkatkan Produksi LNG dalam Negeri

BP BUMN dan Danantara mendorong PT Pertamina untuk meningkatkan produksi LNG dalam negeri. Dony Oskaria, Kepala BP BUMN dan COO Danantara, menyampaikan bahwa kebutuhan LNG diproyeksikan semakin dominan setelah 2025, dengan porsi LNG mencapai lebih dari 50 persen dari total pasokan gas pada 2029. Dony menekankan pentingnya progres agar kebutuhan 50 persen dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri tanpa bergantung pada impor.

Pertamina sedang mengembangkan jaringan gas (jargas) dan compressed natural gas (CNG) untuk kebutuhan rumah tangga, dengan skema mother station CNG yang mampu melayani 12.000 rumah. Dony menilai langkah ini dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap LPG impor secara signifikan melalui kombinasi jargas dan CNG. Pemerintah juga mengembangkan tabung CNG 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG yang disubsidi, dengan uji tembak untuk memastikan ketahanan tabung hingga 850 derajat Celsius.

PT Perta Arun Gas (PAG) memastikan posisinya sebagai Hub LNG penting di Asia dengan infrastruktur regasifikasi yang memiliki volume pemuatan re-ekspor gas alam cair terbesar di dunia, yakni 0,85 juta ton atau 17,3% market share global. Strategi PAG meliputi revitalisasi tanki Tangki LNG Arun F-6004 hingga kapasitas 127.000 m³, serta target pembangunan 4 tanki LNG baru, Gas Processing Facility, dan 2 unit tanki petrokimia H2 Plant.

Menurut tiap media