BPBD DKI Tetapkan Status Awas Kekeringan dan Usulan Teknologi Desalinasi
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
BPBD DKI Jakarta menetapkan hampir seluruh wilayah Jakarta pada kategori awas kekeringan meteorologis berdasarkan data BMKG. Kepala Pelaksana BPBD DKI, Marulitua Sijabat, menjelaskan bahwa status ini merupakan peringatan dini kondisi iklim berdasarkan indikator hari tanpa hujan, prakiraan curah hujan, atau nilai SPI, dan bukan berarti seluruh wilayah mengalami krisis air. Sebagai antisipasi, BPBD bersama PAM JAYA, Dinas Sumber Daya Air, dan instansi terkait menyiapkan distribusi air bersih, pemantauan lapangan, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hingga Selasa (15/9), terdapat 13 laporan permintaan air bersih dari 9 kelurahan melalui Jakarta Siaga 112.
Di sisi lain, Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, mengusulkan penerapan teknologi desalinasi untuk mengolah air laut menjadi air bersih sebagai solusi jangka panjang. Ia merujuk pada keberhasilan desalinasi di Kepulauan Seribu untuk diterapkan di Jakarta guna memperkuat sumber air alternatif saat sumber konvensional menyusut. Urgensi ini didorong oleh kondisi cuaca terik dengan suhu mencapai 32°C serta laporan penurunan debit dan perubahan warna air sumur warga di Cilandak dan Meruya Selatan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
BPBD DKI: Hampir Seluruh Wilayah Jakarta Berada pada Kategori Awas Kekeringan
15 September 2026 pukul 12.43 · Baca aslinya ↗
BPBD DKI: Status Awas Kekeringan Tak Berarti Jakarta Krisis Air
15 September 2026 pukul 12.51 · Baca aslinya ↗
Ketua DPRD DKI Usul Air Laut Diubah Jadi Air Bersih Atasi Kekeringan
16 September 2026 pukul 20.10 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
DPRD DKI Jakarta Dorong Desalinasi Atasi Kekeringan
17 September 2026 pukul 12.29 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Ketua DPRD DKI Dorong Desalinasi Air Laut untuk Antisipasi Kekeringan
17 September 2026 pukul 13.45 · Baca aslinya ↗