Kondisi Inflasi Jawa Barat dan Nasional September 2026
Rangkuman gabungan dari 4 media · disusun dengan AI
Inflasi Jawa Barat pada September 2026 tercatat sebesar 0,23% secara bulanan, dengan kontribusi utama dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,16%. Kenaikan dipicu terbatasnya pasokan beras dan cabai rawit akibat kemarau panjang, kekeringan, serta hama patek. Komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras juga naik karena permintaan pasar. Selain pangan, inflasi dipengaruhi biaya kuliah tahun ajaran baru, harga emas perhiasan, dan bensin. Di Jawa Barat, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Bandung (0,39%) dan terendah di Kabupaten Subang (0,03%), sementara harga ketimun dan bawang merah turun karena panen raya.
Terdapat perbedaan data inflasi antar sumber. Warta Ekonomi mencatat inflasi tahunan Jawa Barat sebesar 3,16%, sedangkan Liputan6 menyebutkan inflasi bulanan 0,30% dan tahunan 3,28% berdasarkan data BPS. Bank Indonesia menyatakan inflasi tetap dalam sasaran 2,5% ±1% untuk 2026-2027. Sementara itu, BPS menyoroti kenaikan harga beras akibat fenomena El Nino yang menurunkan luas panen dan produksi padi nasional, dengan prediksi dampak bertahan hingga awal 2027.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
ANTARA News
Inflasi Jabar 0,23 persen dipicu komoditas cabai rawit dan beras
1 Oktober 2026 pukul 17.28 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Pasokan Pangan Tertekan, Inflasi Jabar Capai 3,16% pada September 2026
1 Oktober 2026 pukul 19.10 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
BPS Catat Harga Beras Naik Imbas El Nino di September
2 Oktober 2026 pukul 07.07 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
BI Sebut Inflasi September 2026 Masih Terjaga
2 Oktober 2026 pukul 11.02 · Baca aslinya ↗