Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

BPS Catat Inflasi Agustus 2026 3,19% dengan Kenaikan Harga Beras di Semua Tingkat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Agustus 2026 sebesar 3,19 persen, dengan IHK naik dari 111,73 pada Juli menjadi 111,97 pada Agustus. Inflasi bulanan mencapai 0,21 persen, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date) tercatat 1,86 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama dengan andil 0,17 persen, diprakudakan komoditas daging ayam ras. Peningkatan permintaan daging ayam dipengaruhi oleh peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, HUT RI, dan pelaksanaan kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah libur sekolah.

Harga beras mengalami kenaikan di seluruh tingkat perdagangan pada Agustus 2026. Rata-rata harga beras di tingkat penggilingan mencapai Rp14.213 per kg, di grosir Rp14.901 per kg, dan di eceran Rp15.641 per kg. Kenaikan harga rata-rata berkisar Rp130–200 per kg dibandingkan posisi Juli 2026. Di tingkat penggilingan, harga beras premium naik 10,07% yoy, sementara beras medium naik 4,03% yoy. Di tingkat grosir, inflasi beras mencapai 4,28% yoy, dan di eceran 2,77% yoy.

BPS menyatakan penurunan potensi luas panen dan hambatan distribusi beras ke pasar menjadi faktor utama kenaikan harga di tingkat eceran. Harga beras di tingkat eceran mengalami inflasi 0,42% mtm dan 2,77% yoy, sementara di tingkat penggilingan naik 1,32% mtm dan 5,52% yoy pada periode tersebut.

Menurut tiap media