BPS Perpanjang Sensus Ekonomi Jakarta hingga 15 September, Pramono Imbau Warga Terbuka
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau warga untuk membuka diri dan memberikan data kepada petugas BPS dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Pramono menegaskan ia sudah menjawab data secara apa adanya dan menekankan bahwa sensus tidak berkaitan dengan perpajakan. Ia juga menyatakan pentingnya keterbukaan warga agar pemerintah memperoleh gambaran utuh aktivitas ekonomi di Jakarta.
Sementara itu, Sekretaris BPS RI Zulkipli menyatakan bahwa pendataan di Jakarta masih ada perusahaan yang belum terdata dan dokumen yang belum ditemukan. BPS menargetkan penyelesaian pendataan pada 15 September 2026. Menurut Zulkipli, pendataan berdasarkan prelist di Jakarta sudah mencapai 111 persen, namun masih ada sejumlah pelaku usaha yang belum ditemukan dan dokumennya belum dilengkapi.
Hingga saat ini, cakupan pendataan mencapai 111% dengan 78,51% usaha dan keluarga telah diverifikasi. Sensus bertujuan memperbarui data struktur ekonomi nasional dan UMKM yang berubah signifikan akibat digitalisasi.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Pramono Imbau Warga Terbuka soal Sensus Ekonomi: Jawab Apa Adanya
31 Agustus 2026 pukul 17.55 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Pramono Minta Warga Jakarta Terbuka saat Sensus Ekonomi 2026
31 Agustus 2026 pukul 18.02 · Baca aslinya ↗
kumparan
BPS Targetkan Pendataan Sensus Ekonomi Jakarta Rampung 15 September
31 Agustus 2026 pukul 18.03 · Baca aslinya ↗