Pramono Minta Warga Jakarta Terbuka saat Sensus Ekonomi 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta warga Jakarta membuka diri dan memberikan data akurat kepada BPS dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menegaskan pendataan murni untuk pemetaan ekonomi, tidak berkaitan dengan perpajakan. Pramono sudah menjawab pertanyaan petugas BPS secara lengkap di Balai Kota. Ia menekankan pentingnya keterbukaan warga agar pemerintah memperoleh gambaran utuh aktivitas ekonomi di Jakarta. Sensus merupakan tugas konstitusional untuk menghasilkan basis data ekonomi valid dengan pertanyaan yang bersifat rahasia. Sekretaris BPS RI Zulkipli menyatakan pendataan di Jakarta akan diperpanjang hingga 15 September 2026 untuk menyisir perusahaan yang belum terdata. Hingga saat ini, cakupan pendataan mencapai 111% dengan 78,51% usaha dan keluarga telah diverifikasi. Sensus bertujuan memperbarui data struktur ekonomi nasional dan UMKM yang berubah signifikan akibat digitalisasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.55
Pramono Imbau Warga Terbuka soal Sensus Ekonomi: Jawab Apa Adanya
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 18.11
Pramono Minta Disdik DKI Cek Mahasiswa yang Kehilangan KJMU karena Desil Berubah
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 18.03
BPS Targetkan Pendataan Sensus Ekonomi Jakarta Rampung 15 September
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 18.02
Mahasiswa Terancam Putus Kuliah Akibat Desil Berubah, Pramono Minta Disdik DKI Cek Ulang Penerima KJMU
Berita terkait
Desil Berubah, Pramono Perintahkan Disdik DKI Rechecking Penerima KJMU yang Tercoret
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 17.50
Ternyata Sensus Ekonomi 2026 jadi Salah Satu Elemen Penentu Desil Kesejahteraan, Ungkap BPS
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 15.46
Data Sensus Ekonomi 2026 Bocor? Kepala BPS Bilang Begini
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 11.10
Ada Kemungkinan Data Sensus Ekonomi 2026 Bocor? Kepala BPS Bilang Begini
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 11.10