Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BRI Catat Kredit Rp1,646 Triliun, DPK Rp1.581 Triliun pada Semester I-2026

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat pertumbuhan kredit yang kuat pada semester I-2026. Total kredit dan pembiayaan BRI Group mencapai Rp1.646 triliun, naik 16,2% secara tahunan. Pertumbuhan ini mendukung total aset perseroan yang tumbuh 11,7% yoy. Direktur Utama Hery Gunardi menyatakan bahwa akselerasi kredit ini sekaligus mengurangi rasio kredit bermasalah, menunjukkan perbaikan kualitas aset.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.581 triliun, tumbuh 6,7% yoy. Dengan pertumbuhan kredit lebih tinggi dibanding DPK, BRI berhasil meningkatkan intermediasi keuangan. Strategi penguatan dana murah juga berkontribusi, terlihat dari pertumbuhan CASA sebesar 10,1% yoy dengan rasio 67,6%, serta penurunan cost of fund dari 3,4% menjadi 2,4%.

Pada triwulan II 2026, total kredit BRI tumbuh 16,2% YoY mencapai Rp1.645,5 triliun, sementara DPK mencapai Rp1.580,7 triliun dengan pertumbuhan 6,7% YoY. Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI sebesar 90,8% dianggap level ideal untuk intermediasi, sementara industri perbankan nasional tercatat 88,3%. Rasio dana murah (CASA) BRI naik menjadi 67,6%, didorong pertumbuhan tabungan 11,3% dan giro 8,5%. BRI juga berhasil menurunkan cost of fund dari 3,0% pada triwulan II 2025 menjadi 2,4% pada triwulan II 2026. Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI kuat pada 21,5%, jauh di atas ketentuan.

Menurut tiap media