Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BRI Catat Laba Rp31,2 Triliun Semester I-2026, Didorong Kredit UMKM dan Likuiditas Terjaga

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp31,2 triliun pada semester I-2026, naik 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 5,41% hingga mencapai Rp107,92 triliun, sekaligus penurunan beban bunga 5,87% menjadi Rp27,39 triliun. Akibatnya, pendapatan bunga bersih dan pendapatan asuransi naik 10,13% secara tahunan hingga Rp81,18 triliun. Segmen UMKM tetap mendominasi dengan porsi 75,1% dari total kredit, atau pertumbuhan 8,6% secara tahunan. Kualitas aset juga membaik, terlihat dari penurunan NPL gross ke 3,15% dan NPL net ke 1,04%.

Pada sisi penyaluran, total kredit dan pembiayaan BRI mencapai Rp1.646 triliun, tumbuh 16,2% yoy. Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.581 triliun, naik 6,7% yoy. Komposisi CASA mencapai 67,6% dengan pertumbuhan 10,1% yoy, mendukung efisiensi biaya pendanaan. Total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun, naik 11,57% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. LDR BRI berada pada 90,8% pada kuartal II 2026, sementara LDR industri perbankan mencapai 88,3%, menunjukkan likuiditas perbankan nasional masih pada level memadai.

BRI juga menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur sepanjang Januari hingga Juni 2026. Penyaluran KUR didominasi oleh sektor pertanian sebesar 42,68 persen dari total penyaluran. Dalam periode 2015 hingga kedua 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah. BRI menjaga kualitas kredit dengan non-performing loan (NPL) KUR pada level 2 persen. BRI juga memperkuat ekosistem pemberdayaan melalui Desa BRILiaN (5.700 desa), Klasterku Hidupku (44.000 klaster), dan platform digital Link UMKM (17,3 juta UMKM).

Menurut tiap media