BRIN dan PTDI Kembangkan Pesawat N219 untuk Layanan Ambulans Terbang
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mematangkan ekosistem pesawat N219 dan varian amfibinya, N219A, untuk mewujudkan rencana ambulans terbang Presiden Prabowo Subianto. Layanan ini ditujukan mempercepat evakuasi medis dan pengiriman logistik kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan pelosok yang sulit dijangkau transportasi darat. CNBC Indonesia menyebutkan warga di daerah tersebut kerap menempuh perjalanan 7 hingga 9 jam untuk berobat.
Pesawat N219 memiliki kemampuan Short Take-Off and Landing (STOL) untuk beroperasi di landasan pendek. N219A dirancang mampu mendarat di perairan, lapangan rumput, maupun tepi sungai. Selain armada berawak, BRIN juga mengembangkan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) MALE, drone dengan daya tahan terbang hingga 24 jam nonstop dan jarak kendali Beyond Line of Sight (BLOS) hingga 2.000 kilometer untuk pemantauan dan distribusi logistik medis darurat.
Agar program ini berfungsi optimal, kesiapan teknologi pesawat harus didukung ekosistem menyeluruh, mencakup fasilitas pendaratan, kesiapan tenaga medis, sistem rujukan rumah sakit, regulasi penerbangan, serta skema pembiayaan operasional yang terintegrasi.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
BRIN Siapkan N219 Jadi Ambulans Terbang untuk Daerah Terpencil
17 Agustus 2026 pukul 10.49 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Prabowo Mau Terapkan Ambulans Terbang, BRIN Buka Suara
18 Agustus 2026 pukul 12.20 · Baca aslinya ↗