Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bulan Menjauh dan Gerhana Matahari Total 2027

Bulan terus menjauh dari Bumi sejauh 3,8 centimeter per tahun, fenomena yang terukur melalui Laser Ranging Experiment yang dilakukan sejak misi Apollo pada 1960-an. Para ilmuwan menempatkan pemantul cahaya di permukaan Bulan untuk mengukur waktu tempuh laser yang ditembakkan dari Bumi hingga memantul kembali. Pengukuran rutin menunjukkan tren konsisten bahwa Bulan bergerak menjauh dari Bumi secara perlahan namun pasti. Pergeseran ini akan berdampak pada fenomena alam di masa depan. Menurut IFL Science, seiring Bulan semakin jauh dan tampak semakin kecil, Gerhana Matahari Total yang saat ini masih bisa dinikmati dari Bumi akan berkurang. Saat ini, Bulan dan Matahari tampak hampir sama besar di langit karena jarak Bulan 400 kali lebih dekat sementidiameter Bulan 400 kali lebih kecil dibanding Matahari. Ilmuwan NASA, Richard Vondrak, memprediksi bahwa sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi tidak akan pernah lagi melihat Gerhana Matahari Total secara lengkap. Fenomena ini merupakan bagian dari evolusi alami sistem Bumi-Bulan yang berlangsung sejak 4 miliar tahun lalu, ketika Bulan masih tiga kali lebih besar dari ukuran saat ini.

Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 diperkirakan akan memiliki durasi totalitas hingga 6 menit 23 detik di titik-titik tertentu. Jalur totalitas melintasi wilayah Spanyol bagian selatan, Afrika Utara (Maroko, Aljazir, Tunisia, Libya, Mesir), Timur Tengah (Arab Saudi, Yaman), serta sebagian Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Fenomena ini memberikan kesempatan langka untuk mengamati korona Matahari, namun masyarakat harus menggunakan pelindung mata khusus untuk menghindari kerusakan visioner.

Menurut tiap media