Bulan Menjauh dari Bumi, Manusia akan Rasakan Dampaknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bulan terus menjauh dari Bumi sejauh 3,8 centimeter per tahun, fenomena yang terukur melalui Laser Ranging Experiment yang dilakukan sejak misi Apollo pada 1960-an. Para ilmuwan menempatkan pemantul cahaya di permukaan Bulan untuk mengukur waktu tempuh laser yang ditembakkan dari Bumi hingga memantul kembali. Pengukuran rutin menunjukkan tren konsisten bahwa Bulan bergerak menjauh dari Bumi secara perlahan namun pasti.
Pergeseran ini akan berdampak pada fenomena alam di masa depan. Menurut IFL Science, seiring Bulan semakin jauh dan tampak semakin kecil, Gerhana Matahari Total yang saat ini masih bisa dinikmati dari Bumi akan berkurang. Saat ini, Bulan dan Matahari tampak hampir sama besar di langit karena jarak Bulan 400 kali lebih dekat sementidiameter Bulan 400 kali lebih kecil dibanding Matahari.
Ilmuwan NASA, Richard Vondrak, memprediksi bahwa sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi tidak akan pernah lagi melihat Gerhana Matahari Total secara lengkap. Fenomena ini merupakan bagian dari evolusi alami sistem Bumi-Bulan yang berlangsung sejak 4 miliar tahun lalu, ketika Bulan masih tiga kali lebih besar dari ukuran saat ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 09.45
Robot Rover Perseverance NASA Abadikan Fenomena Gerhana Matahari di Mars
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 09.15
Menjelajah Belalai Gajah Kosmik di Rasi Bintang Cepheus
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 17.13
NASA Ungkap Gambar Perdana Dampak Roket SpaceX Tabrak Bulan
Berita terkait
Usai Gerhana Matahari Total 12 Agustus, Kapan Momen Langka Itu Terjadi Lagi?
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 06.30
Gerhana Matahari Total Hari Ini, Wilayah Mana Saja yang Kebagian?
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 14.08
Jadwal Lengkap Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 11.30
Cara Lihat Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 07.33