Dampak El Nino 2026 terhadap Produksi Padi dan Beras Indonesia
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Fenomena El Nino 2026 berdampak buruk pada produksi padi Indonesia dibandingkan periode 2023. Data BPS menunjukkan luas fase amatan area (KSA) padi Agustus 2026 turun menjadi 28,07% dari 29,79% pada Agustus 2023. Hal ini menyebabkan luas panen Agustus 2026 turun 2,83% menjadi 1,08 juta hektare, produksi padi turun 2,94% menjadi 5,46 juta ton GKG, dan produksi beras turun 2,90% menjadi 3,15 juta ton.
Terdapat perbedaan data produksi kumulatif Januari-Agustus 2026. CNBC Indonesia menyebut luas panen 8,32 juta hektare (naik 0,11%) dengan status relatif stabil. Sementara ANTARA News mencatat produksi padi mencapai 43,89 juta ton GKG (naik 0,07%) dan produksi beras naik menjadi 25,29 juta ton. Menanggapi risiko kekeringan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan pompanisasi dan pengelolaan air untuk menjaga produksi.
BPS memproyeksikan penurunan signifikan pada September-November 2026. Luas panen diperkirakan turun 12,97% menjadi 2,23 juta hektare, produksi padi turun 11,96% menjadi 12,24 juta ton GKG, dan produksi beras turun 11,95% menjadi 7,06 juta ton.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Dampak El Nino Terhadap Produksi Beras RI Memburuk
4 Oktober 2026 pukul 06.45 · Baca aslinya ↗
ANTARA News
Mentan: Pemerintah jaga produksi padi di tengah ancaman El Nino 2026
4 Oktober 2026 pukul 17.44 · Baca aslinya ↗