Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Dampak El Nino Terhadap Produksi Beras RI Memburuk

Fenomena El Nino pada 2026 memberikan dampak yang lebih buruk terhadap produksi padi di Indonesia dibanding periode 2023. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi luas fase amatan area (KSA) padi pada Agustus 2026 hanya mencapai 28,07%, lebih rendah dibandingkan 29,79% pada Agustus 2023. Penurunan ini mengakibatkan luas panen padi pada Agustus 2026 mencapai 1,08 juta hektare, mengalami penurunan 2,83% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Produksi padi juga terdampak negatif, dengan realisasi sebesar 5,46 juta ton gabah kering giling (GKG) pada Agustus 2026, turun 2,94% dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 5,63 juta ton. Produksi beras pada periode yang sama mencapai 3,15 juta ton, mengalami penurunan 2,90% year-on-year. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa penurunan luas standing crop mengindikasikan berkurangnya lahan pertanaman padi pada fase vegetatif dan generatif.

Meskipun kinerja produksi padi kumulatif dari Januari hingga Agustus 2026 relatif stabil dengan luas panen mencapai 8,32 juta hektare (naik 0,11%), BPS memproyeksikan penurunan signifikan pada tiga bulan ke depin. Luas panen padi pada September-November 2026 diperkirakan hanya mencapai 2,23 juta hektare, turun 12,97%. Produksi padi proyeksional pada periode ini sebesar 12,24 juta ton GKG (turun 11,96%), dan produksi beras sebesar 7,06 juta ton (turun 11,95%). Ateng menegaskan bahwa dampak El Nino pada potensi luas panen dari Januari hingga November 2026 perlu menjadi perhatian bersama.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait