Rencana Pembentukan BUMN Tekstil Baru dan Kritik Terkait Dividen Danantara
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi rencana pembentukan BUMN tekstil baru atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Perusahaan ini akan menjadi integrator yang mengembangkan perusahaan tekstil eksisting melalui peningkatan teknologi, mesin, serta inisiasi kawasan industri terintegrasi untuk memperkuat rantai nilai produksi benang, kain, printing, dan finishing guna meningkatkan ekspor dan lapangan kerja.
Danantara menyiapkan dukungan pendanaan sebesar US$6 miliar. Terdapat perbedaan penyebutan nilai konversi dana tersebut, di mana satu sumber menyebutkan Rp100,5 triliun dan sumber lain menyebutkan sekitar Rp101 triliun.
Di sisi lain, pengamat politik Rocky Gerung mengkritik saran Purbaya Yudhi Sadewa agar Danantara dan BUMN menyetorkan dividen Rp120 triliun ke kas negara. Rocky menilai kebijakan ini menganggap BUMN sebagai "sapi perah" APBN yang dapat mengurangi kemampuan investasi strategis serta menurunkan persepsi investor asing terhadap independensi pengelolaan aset negara.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Jadi Kesalahan, Purbaya Dinilai Masih Menganggap BUMN Sebagai Sapi Perah
21 September 2026 pukul 10.49 · Baca aslinya ↗
Danantara Siapkan BUMN Tekstil Baru, Bakal Gandeng Perusahaan Eksisting
22 September 2026 pukul 19.34 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Ditanya Nasib BUMN Tekstil, Bos Danantara Bilang Sudah Ada Kesepakatan
22 September 2026 pukul 18.35 · Baca aslinya ↗