Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Danantara Kembangkan Motor Listrik Nasional untuk Kurangi Impor BBM

Danantara mendorong pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas) sebagai proyek strategis untuk mengurangi ketergantungan impor BBM dan membangun ekosistem industri kendaraan listrik dari hulu hingga hilir. Menurut Liputan6.com, Managing Director Industrialisasi Ardy Muawin menyatakan Molinas bukan hanya produksi motor listrik, tetapi juga ekosistem yang menghubungkan bahan baku, baterai, manufaktur, pembiayaan, hingga pasar. Dengan pendekatan resource driven, demand driven, dan strategic driven, Danantara ingin mengubah ekonomi dari penjualan sumber daya alam menjadi penguasaan industri dan teknologi. Pasar domestik dengan 280 juta penduduk menjadi basis permintaan untuk substitusi impor.

Warta Ekonomi melaporkan bahwa Danantara berupaya mengembangkan Molinas dengan produksi yang sepenuhnya di dalam negeri, mulai dari desain, R&D, hingga manufaktur. Ardy Muawin menekankan pentingnya fasilitas produksi lokal untuk meningkatkan TKDN kendaraan. Indonesia memanfaatkan cadangan nikel besar sebagai modal utama, berbeda dengan China yang mendukung baterai LFP karena keterbatasan pasokan nikel. Ekosistem Molinas dibangun melibatkan PT Len Industri, PT IBC, PT Pindad, PT Pertamina, serta bank Himbara untuk dukungan pembiayaan.

Kedua sumber menyebutkan peran PT Len Industri sebagai agregator konsorsium. Liputan6.com menambahkan bahwa transisi ke kendaraan listrik tetap melibatkan industri mesin pembakaran internal agar dapat beradaptasi. Infrastruktur pengisian dan penukaran baterai juga dikembangkan, sementara biaya pengemudi motor listrik diperkirakan menghemat Rp 10.000-20.000 per hari atau sekitar Rp 500.000 per bulan.

Menurut tiap media