Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Danantara Percepat Merger dan Rasio BUMN Turun ke 200 Akhir 2026

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang dipimpin oleh Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria, menargetkan penyelesaian laporan keuangan tahun buku 2025 pada Oktober 2026, sekaligus mempercepat proses konsolidasi BUMN. Dalam beberapa sumber, terdapat perbedaan penyampaian terkait target penyelesaian laporan keuangan: Detik.com dan CNN Indonesia melaporkan target akhir Oktober 2026, sementara kumparan menyebutkan target penyelesaian bulan Oktober 2026 tanpa menyebutkan tahun secara eksplisit. Proses ini sedang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk menilai kewajaran laporan keuangan dan memperkuat tata kelola.

Danantara juga mengumumkan rencana merger tujuh BUMN Karya, dengan fokus awal pada empat perusahaan yang dinilai paling mudah digabungkan: PT PP, PT Adhi Karya, PT Brantas Abipraya, dan PT Nindya Karya. Untuk PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT Waskita Karya, proses restrukturisasi akan dilakukan belakangan karena lebih menantang, dengan fokus pada penurunan utang dan divestasi aset. Hutama Karya dikategorikan sehat dan tidak membutuhkan langkah agresif.

Selain itu, Danantara menargetkan merger 16 BUMN asuransi menjadi tiga perusahaan (asuransi jiwa, umum, dan kredit) serta konsolidasi asuransi syariah, semuanya selesai akhir tahun 2026. Target utama Danantara adalah mengurangi jumlah BUMN dari lebih dari 1.000 menjadi sekitar 200 perusahaan pada akhir tahun 2026, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan.

Menurut tiap media