Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Danantara Proyeksikan Laba BUMN Rp360 Triliun, Bentangkan Tantangan Dana Pensiun dan Puji Presiden

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memproyeksikan laba bersih konsolidasi BUMN mencapai Rp360 triliun pada 2026, melampaui kinerja Temasek Holdings yang sebesar Rp136 triliun. Dua laporan menyebutkan angka laba bersama BUMN yang berbeda: Rp330 triliun dan Rp360 triliun, sementara Temasek tetap disebutkan konsisten pada Rp136 triliun. Proyeksi ini didorong oleh transformasi terhadap tiga persoalan utama BUMN: over investment, financial engineering, dan fraud. Beberapa BUMN seperti PT Semen Indonesia, Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pertamina, Krakatau Steel, dan Kimia Farma dilaporkan menunjukkan perbaikan kinerja setelah menjalani transformasi. Danantara juga mendorong ekspansi global melalui kemitraan dengan JBS, investasi hotel di Mekkah, dan rencana pengembangan di Madinah termasuk bandara.

Di sisi lain, Danantara mengungkapkan potensi 'bom waktu' pada dana pensiun BUMN akibat pengelolaan investasi yang tidak optimal, khususnya pada skema manfaat pasti. COO Donny Oskaria menjelaskan bahwa jika investasi dikelola secara tidak tepat, perusahaan diwajibkan untuk melakukan top-up dana. PT Pos Indonesia dikabarkan mengalami kekurangan dana hingga Rp4 triliun. Danantara belum menghitung total kekurangan dana dari seluruh BUMN, namun Kementerian BUMN dan OJK memperkirakan 22 dana pensiun BUMN dengan skema manfaat pasti memiliki kekurangan total Rp12-13 triliun.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan kinerja Danantara dan sejumlah BUMN yang terkelola menguntungkan dan layak mendapat bintang negara. Ia menyebutkan peningkatan pendapatan Danantara mencapai 400 persen dalam satu tahun, meski tetap meminta audit lanjutan untuk verifikasi. Prabowo menilai keberhasilan ini didasari oleh kepemimpinan Danantara yang integritas dan komitmennya pada pembangunan nasional.

Menurut tiap media