Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Data Center AI dan Ekspansi Pusat Data: Klaim Air, Proyeksi Kapasitas, dan Dampak Lingkungan

Sam Altman, CEO OpenAI, membantah klaim bahwa pusat data AI menyebabkan krisis air, menyatakan konsumsi air data center setara dengan gedung perkantoran. Laporan komisi Virginia 2024 mendukungnya, menunjukkan sebagian besar fasilitas menggunakan air yang sama atau lebih hemat. Survei Gallup Mei 2024 menunjukkan 71% warga Amerika menolak pembangunan data center di daerahnya, dengan 70% khawatir dampak lingkungan dan 18% cemas krisis air bersih.

Di Indonesia, kapasitas pusat data nasional mencapai 682 MW pada semester I 2026, diproyeksikan mencapai 1,6 GW pada kuartal II 2027. Data Center Map mencatat 198 pusat data beroperasi, dengan 64% di Jabodetabek. Ekspansi didorong oleh GMV ekonomi digital yang mencapai US$99 miliar pada 2026, proyeksi naik hingga US$340 miliar pada 2030. Digital Edge Indonesia mengembangkan pusat data 500 MW di Cikarang, target operasional kuartal IV 2026.

Namun, konsentrasi pusat data di perkotaan menimbulkan tantangan lingkungan. Simulasi BRIN memperkirakan pusat data 1 GW di Jakarta menghasilkan energi panas hingga 100 gigajoule/hari, berpotensi meningkatkan suhu hingga 0,5°C per hari tanpa sistem pendingin. Perbedaan klaim muncul terkait konsumsi air: OpenAI dan laporan Virginia menekankan efisiensi air, sementara 18% warga Amerika tetap cemas krisis air bersih.

Menurut tiap media