Kapasitas Pusat Data RI Diproyeksi Tembus 1,6 GW pada 2027
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Investasi pusat data di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi digital dan kebutuhan AI. Hingga semester I 2026, kapasitas operasional pusat data nasional mencapai 682 MW dan diproyeksikan mencapai 1,6 GW pada kuartal II 2027. Data Center Map mencatat 198 pusat data beroperasi, dengan 128 di antaranya di kawasan Jabodetabek, artinya 64% pusat data nasional terkonsentrasi di wilayah ini. Ekspansi ini didorong nilai GMV ekonomi digital Indonesia yang mencapai US$99 miliar pada 2026, proyeksi naik hingga US$340 miliar pada 2030. Digital Edge Indonesia juga mengembangkan pusat data skala besar di Cikarang dengan kapasitas hingga 500 MW, target operasional kuartal IV 2026. Namun, konsentrasi pusat data di perkotaan menimbulkan tantangan lingkungan terkait penggunaan air dan kenaikan suhu. Simulasi BRIN memperkirakan pusat data 1 GW di Jakarta dapat menghasilkan energi panas hingga 100 gigajoule/hari, berpotensi meningkatkan suhu hingga 0,5°C per hari tanpa sistem pendingin.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 07.26
Kiamat Air Gara-Gara AI: Mitos atau Fakta?
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 17.35
Telkom Siapkan Infrastruktur AI-Ready dan Quantum-Safe untuk Universitas
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 11.47
Sore Ini! Saksikan IG Live Research Corner MNC Sekuritas: Bongkar Rantai Cuan Data Center RI
Berita terkait
Komdigi Rombak Ulang Infrastruktur Digital Indonesia, Patok 9 Juta Talenta
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.56
Airlangga: Penguatan AI hingga data center fondasi ekonomi digital RI
ANTARA News · 27 Agustus 2026 pukul 10.26
Kabel Laut Jadi Tulang Punggung Era AI, RI Hadapi Tantangan Ini
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 07.45
AI Bisa Bikin Ekonomi Dunia Tambah US$15,7 Triliun, RI Kebagian Apa?
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 18.00