Dedi Mulyadi Kunjungi NTT, Solidaritas dan Kritik soal Pencitraan Politik
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan pentingnya solidaritas antardaerah dalam menangani bencana di NTT. Ia menyatakan bahwa kehadiran langsung untuk melihat kondisi masyarakat korban gempa di NTT sudah memberi kebahagiaan. Pemerintah Jawa Barat menggalang dana sebesar Rp4 miliar untuk korban NTT melalui kolaborasi dengan Baznas, Bank BJB, Kadin, Apindo, dan sektor swasta. ASN Pemprov Jabar memberikan Rp400 jari, Kwarda Pramuka Rp100 jari, sementara Dedi Mulyadi secara pribadi menyumbang Rp600 jari. Kemampuan lainnya meliputi Rp1 miliar dari Baznas, Rp1 miliar dari BJB Peduli, serta Rp200 jari dari Kadin dan Rp500 jari dari Apindo.
Pengamat politik Dedi Kurniansyah menganggap kehadiran Dedi Mulyadi di NTT baik, tetapi penuh dengan unsur pencitraan politik. Ia menilai Dedi Mulyadi memanfaatkan momentum bencana untuk membangun citra populis, meskipun biayanya tidak efisien dan tidak sebanding dengan kegiatan pemimpin daerah lain yang tidak menjadikan kehadiran sebagai kepentingan politik. Pengamat ini juga menyadari bahwa Dedi Mulyadi merupakan kreator media sosial yang sadar akan strategi ini.
Perbedaan muncul terkait efisiensi biaya dan tujuan kehadiran. Sementara Dedi Mulyadi menekankan prinsip kesusahan dan solidaritas, kritikusnya menyoroti potensi politik pencitraan di balik aksi kemanusiaan tersebut.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Dedi Mulyadi Soal Kunjungan ke NTT: Prinsip Orang Kesusahan, Ditengok Saja Sudah Menjadi Kebahagiaan
21 Agustus 2026 pukul 03.00 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Dedi Mulyadi ke NTT, Pengamat Singgung Sindrom Selebritis, Haus Pujian dan Politik Pencitraan
22 Agustus 2026 pukul 18.50 · Baca aslinya ↗