Dedi Mulyadi ke NTT, Pengamat Singgung Sindrom Selebritis, Haus Pujian dan Politik Pencitraan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kehilangan waktu dan biaya besar untuk memberi bantuan korban bencana di NTT. Pengamat politik Dedi Kurniansyah menganggap kehadiran Gubernur itu baik, tetapi penuh dengan unsur pencitraan politik. Ia menilai Dedi Mulyadi memanfaatkan momentum bencana untuk membangun citra populis, meskipun biayanya tidak efisien dan tidak sebanding dengan kegiatan pemimpin daerah lain yang tidak menjadikan kehadiran sebagai kepentingan politik. Pengamat ini juga menyadari bahwa Dedi Mulyadi merupakan kreator media sosial yang sadar akan strategi ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 03.00
Dedi Mulyadi Soal Kunjungan ke NTT: Prinsip Orang Kesusahan, Ditengok Saja Sudah Menjadi Kebahagiaan
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 19.32
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 87 Jiwa, Pengungsi Tembus 150 Ribu
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 19.00
Menteri PU Pastikan Pemulihan Infrastruktur Daerah Bencana di NTT dan Sumatra Dipercepat
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 18.52
BNPB Catat 5.012 Gempa Susulan Terjadi di NTT
Berita terkait
Soroti Kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT, Pengamat: Baik, tetapi Sarat Pencitraan
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 19.36
Warga yang Rumahnya Rusak Akibat Gempa NTT Bakal Dapat Bantuan dari Pemerintah
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 18.51
Bulog Pastikan Stok Beras Aman dan Distribusi di NTT Tetap Lancar
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 16.56
Update Korban Gempa NTT: 87 Orang Meninggal Dunia
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 16.26