Dedi Mulyadi ke NTT, Pengamat Singgung Sindrom Selebritis, Haus Pujian dan Politik Pencitraan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kehilangan waktu dan biaya besar untuk memberi bantuan korban bencana di NTT. Pengamat politik Dedi Kurniansyah menganggap kehadiran Gubernur itu baik, tetapi penuh dengan unsur pencitraan politik. Ia menilai Dedi Mulyadi memanfaatkan momentum bencana untuk membangun citra populis, meskipun biayanya tidak efisien dan tidak sebanding dengan kegiatan pemimpin daerah lain yang tidak menjadikan kehadiran sebagai kepentingan politik. Pengamat ini juga menyadari bahwa Dedi Mulyadi merupakan kreator media sosial yang sadar akan strategi ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 18.30
Warga NTT: ‘Ini Baru Pemimpin’, Dedi Mulyadi Disebut Berani Malu
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 03.00
Dedi Mulyadi Soal Kunjungan ke NTT: Prinsip Orang Kesusahan, Ditengok Saja Sudah Menjadi Kebahagiaan
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 17.25
Update Korban Gempa NTT: 100 Orang Meninggal Dunia, 1.603 Luka-luka, dan 180.327 Masih Mengungsi
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 16.49
Korban Tewas Gempa NTT Tembus 100 Orang, 1.603 Luka-Luka
Berita terkait
Dedi Mulyadi Menyalurkan Bantuan Rp 4 Miliar Kepada Korban Bencana di NTT
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 11.33
Gempa magnitudo 4,6 guncang wilayah Sumba Barat Daya, NTT
ANTARA News · 6 Oktober 2026 pukul 05.10
Gempa di Sumba Barat Daya: 3 Desa Terdampak Parah, Rumah Ibadah Rusak
CNN Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 13.00
OJK Beri Relaksasi Kredit Korban Gempa Flores, Gubernur: Terima Kasih!
Warta Ekonomi · 4 Oktober 2026 pukul 11.00