Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Dentuman Anak Krakatau Terdengar di Bandung, Absent di Jakarta

Dua media melaporkan erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan dentuman terdengar di Bandung namun tidak di Jakarta. Kumparan menyebutkan dentuman terjadi pada 5 September 2026, sementara CNN Indonesia melaporkan peristahaan pada 4-5 September 2026. Kedua sumber menyampaikan penjelasan serupa mengenai mekanisme penyebaran suara vulkanik melalui atmosfer, tetapi ada perbedaan dalam penyebutan tanggal dan tipe erupsi. Kumparan menyebutkan data magnet bumi dari empat stasiun (Lampung, Serang, Sukabumi, Tretes) yang mencatat gangguan sesuai waktu letusan, sementara CNN Indonesia tidak menyebutkan data magnet bumi tersebut. Kedua media juga berbeda dalam menggambarkan tipe erupsi: Kumparan menyebutkan 'tipe fountain', sedangkan CNN Indonesia menyebutkan 'tipe phreatic'. PVMBG dan BMKG menjelaskan bahwa energi akustik letusan dapat merambat ratusan kilometer melalui atmosfer. Perbedaan arah angin di lapisan atmosfer menyebabkan suara membelok ke atas (upward refraction), menciptakan zona bayangan akustik di Banten, Jakarta, dan Bogor. Fenomena serupa pernah terjadi pada erupsi Kelud 2014 dan Anak Krakatau 2020. Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menambahkan bahwa energi erupsi berubah menjadi gelombang kompresi akustik berfrekuensi rendah (infrasound) yang terperangkap dalam saluran gelombang atmosferik akibat refraksi gradien temperatur dan gesekan angin (wind shear). Topografi Cekungan Bandung berfungsi sebagai rongga akustik yang memantulkan dan menguatkan tekanan gelombang tersebut secara lokal.

Menurut tiap media