Rupiah dan Deflasi: Pergerakan Nilai Tukar dan Daya Beli Konsumen
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, rupiah menunjukkan pergerakan yang berbeda-beda antar media. CNBC Indonesia melaporkan rupiah dibuka melemah 0,08% ke posisi Rp17.875 per dolar AS, sementara CNN Indonesia mencatat rupiah menguat ke Rp17.868 per dolar AS, naik 0,15%. Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh perbedaan waktu pelaporan atau sumber data. Kedua laporan menyatakan bahwa pasar sedang memantau ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan data ekonomi AS, termasuk inflasi dan penjualan ritel, yang memengaruhi sentimen pasar.
Di dalam negeri, deflasi bulanan sebesar 0,14% pada Juli 2026 mencerminkan penurunan harga hortikultura seperti bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit akibat musim panen, serta penurunan harga emas perhiasan. Deflasi ini bersumber dari perbaikan sisi pasokan, bukan melemahnya permintaan, sehingga tidak mencerminkan pelemahan ekonomi. Inflasi tahunan tetap berada di 2,88 perselisihan, dalam kisaran sasaran Bank Indonesia (BI).
Analis berbeda memberikan proyeksi yang tidak selaras mengenai pergerakan rupiah. Mega Capital Sekuritas memprediksi rupiah akan stabil di rentang Rp17.850-Rp17.950 per dolar AS, sementara analis DOO Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS. Kedua analis menyatakan bahwa faktor-faktor seperti data inflasi dan pekerjaan AS yang lebih lemah, serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah, akan memengaruhi pergerakan mata uang.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.875
14 Agustus 2026 pukul 09.03 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Rupiah Menguat ke Rp17.868 per Dolar AS Pagi Ini
14 Agustus 2026 pukul 09.30 · Baca aslinya ↗
kumparan
Membaca Deflasi, Menakar Respons BI
14 Agustus 2026 pukul 12.00 · Baca aslinya ↗