DKI Jakarta Siap Terapkan Desalinasi Setelah Pembangunan Giant Sea Wall
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung penggunaan teknologi desalinasi air laut sebagai antisipasi kekeringan, sekaligus menekankan bahwa penerapannya harus dilakukan setelah Giant Sea Wall (Tanggul Laut Raksasa) selesai dibangun. Ia menyatakan bahwa infrastruktur penampungan air dari proyek tersebut akan memungkinkan pasokan air laut yang cukup untuk diproses menjadi air bersih melalui PAM Jaya. Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin mengusulkan penerapan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang telah berhasil diimplementasikan di Kepulauan Seribu, untuk diperluas ke wilayah Jakarta. Namun, Detik.com menyampaikan bahwa PAM Jaya menghadapi kendala biaya operasional dan perawatan tinggi akibat energi besar pada proses desalinasi, sehingga Giant Sea Wall juga diusulkan sebagai sistem penampungan air sungai sebagai alternatif pengurangan ketergantungan pada air laut.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Jakarta Terancam Krisis Air, Pramono Siap Olah Air Laut Jadi Air Bersih Asal Giant Sea Wall Jalan
17 September 2026 pukul 19.49 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Pramono Anung: Jika Giant Wall Dibangun, Desalinasi Bisa Dilakukan
18 September 2026 pukul 18.00 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Muncul Usul Ubah Air Laut Jadi Tawar Demi Antisipasi Kekeringan di Jakarta
19 September 2026 pukul 08.33 · Baca aslinya ↗