DSI Perluas Pengawasan Ekspor Komoditas Strategis, Tiga Awal Fokuskan pada Batu Bara, CPO, dan Ferroalloy
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) siap memperluas cakupan pengawasannya di luar tiga komoditas strategis yang menjadi fokus awal, yaitu batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), dan ferroalloy. Direktur Keuangan dan Treasury DSI, Sinthya Roesly, menyatakan bahwa perluasan mandat belum dilakukan secara tergesa-gesa, karena masih mengkaji kesiapan sistem, efisiensi operasional, dan penerimaan pasar. DSI juga menekankan bahwa ekspansi akan dilakukan secara bertahap agar sistem yang dibangun dapat diterima oleh pasar.
DSI mulai memantau transaksi ekspor pada tiga komoditas tersebut sejak 1 Juni 2026. Nilai ekspor ketiganya mencapai sekitar US$70 miliar per tahun, dengan komposisi batu bara US$30,35 miliar, CPO US$22,87 miliar, dan ferroalloy US$16,43 miliar. CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan bahwa DSI tidak mengganti regulator atau menambah birokrasi, melainkan hanya mengevaluasi, memonitoring, dan memastikan transparansi transaksi.
DSI menyediakan titik verifikasi data kuat yang mencakup kuantitas, kualitas, harga, hingga repatriasi devisa. DSI juga menegaskan tidak akan mengubah hubungan komersial yang telah berjalan antara eksportir dan pembeli. Perluasan cakupan komoditas di masa depan sejalan dengan mandat pemerintah agar sumber daya alam Indonesia memberikan nilai lebih bagi masyarakat.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Setelah Batu Bara dan CPO, DSI Siap Perluas Pengawasan Ekspor Komoditas Strategis
24 Agustus 2026 pukul 22.07 · Baca aslinya ↗
kumparan
DSI Buka Peluang Perluas Kelola Komoditas di Luar Batu Bara, CPO, dan Ferroalloy
25 Agustus 2026 pukul 07.00 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Kumpulkan Bos-Bos Batu Bara-CPO, Ini Penjelasan Lengkap Rosan Soal DSI
25 Agustus 2026 pukul 17.30 · Baca aslinya ↗