Dugaan Keracunan Makan Bergizi Gratis di Lombok Tengah dan Kritik Sistem SPPG
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Sebanyak 352 siswa SD di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa mengalami gejala muntah dan pusing sehingga dilarikan ke Puskesmas Peringgarata, Mantang, dan Aik Darek. Satgas Pengawasan MBG Lombok Tengah saat ini memantau kondisi korban, di mana sebagian besar telah pulang setelah mendapat penanganan medis.
Sebagai tindak lanjut, mitra Satuan Pengelola Pangan Gratis (SPPG) yang menyalurkan makanan tersebut berpotensi dikenai sanksi suspend atau penutupan sementara. Ketua Satgas Program MBG NTB, Fathul Gani, menyatakan langkah ini bertujuan untuk evaluasi serta memulihkan kepercayaan dan kondisi psikologis penerima manfaat. Durasi penangguhan masih menunggu keputusan Badan Guru Nasional (BGN).
Di sisi lain, Mahfud MD mengkritik sistem pengelolaan MBG oleh SPPG yang harus menyediakan makan untuk 2.000 anak setiap hari. Ia menilai kapasitas produksi besar berisiko tidak konsisten dan berpotensi menyebabkan keracunan. Mahfud menyarankan pemerintah memutuskan kontrak SPPG dan menggantinya dengan model dapur tersebar di sekolah atau desa guna mengurangi beban operasional dan risiko anggaran.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Mahfud MD Soroti Dapur MBG: Masak untuk 2.000 Anak Tiap Hari seperti Mantu Terus
11 September 2026 pukul 19.13 · Baca aslinya ↗
Detik.com
352 Siswa SD di Lombok Tengah Diduga Keracunan MBG, SPPG Bakal Di-suspend
11 September 2026 pukul 23.44 · Baca aslinya ↗