Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Dugaan Keracunan Makan Bergizi Gratis di Lombok Tengah dan Kritik Sistem SPPG

Sebanyak 352 siswa SD di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa mengalami gejala muntah dan pusing sehingga dilarikan ke Puskesmas Peringgarata, Mantang, dan Aik Darek. Satgas Pengawasan MBG Lombok Tengah saat ini memantau kondisi korban, di mana sebagian besar telah pulang setelah mendapat penanganan medis.

Sebagai tindak lanjut, mitra Satuan Pengelola Pangan Gratis (SPPG) yang menyalurkan makanan tersebut berpotensi dikenai sanksi suspend atau penutupan sementara. Ketua Satgas Program MBG NTB, Fathul Gani, menyatakan langkah ini bertujuan untuk evaluasi serta memulihkan kepercayaan dan kondisi psikologis penerima manfaat. Durasi penangguhan masih menunggu keputusan Badan Guru Nasional (BGN).

Di sisi lain, Mahfud MD mengkritik sistem pengelolaan MBG oleh SPPG yang harus menyediakan makan untuk 2.000 anak setiap hari. Ia menilai kapasitas produksi besar berisiko tidak konsisten dan berpotensi menyebabkan keracunan. Mahfud menyarankan pemerintah memutuskan kontrak SPPG dan menggantinya dengan model dapur tersebar di sekolah atau desa guna mengurangi beban operasional dan risiko anggaran.

Menurut tiap media