El Nino Kuat dan IOD Positif Membuat Kekeringan Ekstrem di Indonesia
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
BMKG memprakirakan Indonesia masih didominasi cuaca kering pada Oktober 2026 akibat El Nino intensitas sangat kuat (indeks ENSO 3 +2,70) dan IOD positif (+0,99). Kombinasi kedua anomali iklim menyebabkan musim kemarau sangat panas, curah hujan berkurang signifikan, serta memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah. Data Dasarian III September 2026 hanya menunjukkan 5,7% wilayah Indonesia yang telah memasuki musim hujan. Ribuan titik mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) ekstrem lebih dari 60 hari, dengan titik terpanjang mencapai 151 hari di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Berbeda dari laporan sebelumnya yang menyebut ribuan titik HTH, Detik.com mencatat spesifik 1.869 titik dengan risiko kebakaran hutan dan lahan tinggi. Pada dasaran I Oktober 2026, 79,66% wilayah Indonesia mengalami curah hujan rendah. Musim hujan 2026/2027 diprediksi datang terlambat dengan durasi lebih singkat, dengan awal musim hujan diperkirakan pada November 2026 (24,66% wilayah) dan puncaknya pada Desember 2026-Januari 2027-Februari 2027.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
El Nino Sangat Kuat, BMKG Keluarkan Peringatan-Prediksi Terbaru
6 Oktober 2026 pukul 11.30 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Indonesia Masih Didominasi Cuaca Kering
7 Oktober 2026 pukul 07.58 · Baca aslinya ↗