Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Erupsi Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup, 2.961 Penerbangan Terdampak

Erupsi Gunung Anak Krakatau selama tiga hari terakhir menyebabkan penutupan sementara delapan bandara di wilayah Jawa dan Sumatra, termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Muhammad Taufiq Kiemas, Husein Sastranegara, Budiarto, Pondok Cabe, dan Atung Bungsu. Penutupan ini merupakan respons proaktif BMKG untuk menjaga keselamatan penerbangan akibat adanya abu vulkanik yang tersebar oleh pola angin. Analisis citra satelit Himawari-9 menunjukkan sebaran abu vulkanik mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat bagian barat dan selatan, Lampung, Bengkulu, dan perairan sekitarnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa 2.961 penerbangan terdampak akibat erupsi tersebut, terdiri dari 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional. Akibatnya, lebih dari 341.000 penumpang tidak dapat terbang, baik terpaksa membatalikan penerbangan maupun terdampar di bandara. Pemerintah telah menyiapkan lima bandara alternatif sebagai langkah mitigasi, yaitu Kertajati (Majalengka), Ahmad Yani (Semarang), Adi Soemarmo (Surakarta), YIA (Yogyakarta), dan Juanda (Surabaya), yang akan beroperasi 24 jam sehari. Selain itu, pemerintah juga menyediakan refund tiket sebesar 100% dan transportasi darurat gratis melalui DAMRI dan KAI.

Berbeda dengan laporan CNN Indonesia yang menyebutkan penutupan empat bandara hingga pukul 18.00 WIB, Liputan6.com melaporkan bahwa pemerintah memutuskan memperpanjang penutupan hingga pukul 24.00 WIB untuk memberi waktu pembersihan runway, taxiway, dan apron. Hasil paper test abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan hasil negatif, namun penutupan operasional belum dibuka karena arus abu vulkanik masih berada di ketinggian 15.000 feet dan mengarah ke Samudra Hindia dengan kecepatan 10 knot. Di sisi lain, BMKG juga melaporkan bahwa erupsi pada hari Selasa (8/9) tidak menyebabkan abu vulkanik mencapai wilayah Jakarta, dengan radius sebaran abu tidak melebihi tiga kilometer dari pusat erupsi.

Menurut tiap media