Jakarta · Minggu, 13 September 2026Cari
WargaKonoha

Beberapa Gunung Api di Indonesia Erupsi Secara Bersamaan, Pemerintah Pastikan Tak Ada Hubungan Langsung

Beberapa gunung api aktif di Indonesia erupsi dalam beberapa hari terakhir, termasuk Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Semeru. Menurut data Magma Badan Geologi, erupsi- erupsi ini tidak memiliki keterkaitan langsung karena setiap gunung api dikendalikan oleh sistem magmatik lokalnya masing-masing. Kementerian ESDM dan ahli kebencanaan menegaskan bahwa aktivitas bersamaan tidak berarti Indonesia berada dalam fase erupsi nasional, melainkan merupakan hal normal mengingat letak Indonesia pada zona subduksi dan pertemuan lempeng tektonik yang sangat aktif.

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Kamis (10/9) pukul 09.10 WIB dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 17 detik, menjadi erupsi kedua dalam dua hari setelah erupsi sebelumnya pada Rabu (9/9) pukul 00.47 WIB dengan amplitudo 51 mm dan durasi 28 detik. Pemerintah menjaga status GAK pada Level III (siaga) meski erupsi masih berkelanjutan. BNPB mencatat 14 kali letusan hingga Jumat (11/9), dengan gempa vulkanik dalam mengalami kenaikan meski gempa dangkal menurun, menandakan suplai magma dari kedalaman masih berlangsung.

Sementara itu, Gunung Ibu meletus dua kali pagi hari pukul 08.56 dan 08.58 WIT dengan amplitudo maksimal 18 mm hingga 28 mm, sementara Gunung Ili Lewotolok meletus dua kali pukul 07.09 dan 08.02 WITA dengan kolom abu hingga 600 meter. Gunung Semeru juga aktif dengan empat erupsi antara pukul 00.26 hingga 06.16 WIB, termasuk erupsi terakhir berlangsung 187 detik dengan amplitudo maksimal 23 mm. Kementerian ESDM mencatat 11 gunung api aktif pada 2026, dengan jumlah erupsi bervariasi secara signifikan antar gunung.

Menurut tiap media