Erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB Laksanakan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mengurangi Abu
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda mengalami erupsi intens pada Jumat malam (4/9) hingga Sabtu (5/9) 2026. Erupsi menyebabkan pembuahan abu vulkanik setinggi 250 meter dan lontaran batu pijar. BNPB meminta masyarakat waspada namun tidak perlu panik tsunami, serta memblokir akses ke radius 3 kilometer. Berbagai media melaporkan BNPB mengaktifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi abu vulkanik yang menyebar ke Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jakarta. OMC dilakukan dengan dua metode: memicu hujan menggunakan pesawat di Pondok Cabe, Jakarta, dan water mist untuk mengurai partikel abu berbahaya jika kondisi panas membatasi pertumbuhan awan. Erupsi menyentuh 3 kabupaten dan 15 kecamatan, serta menutup lima bandara utama termasuk Soekarno-Hatta yang menolak 22.798 penumpang. Terdapat perbedaan laporan mengenai dampak abu: satu media melaporkan 50.000 kaki abu vulkanik, sementara yang lain tidak menyebutkan angka tersebut.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Erupsi Gunung Anak Krakatau Terjadi Berjam-Jam, BNPB Imbau Masyarakat Waspada
5 September 2026 pukul 15.45 · Baca aslinya ↗
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Bersihkan Abu Vulkanik Anak Krakatau
6 September 2026 pukul 12.00 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Abu Anak Krakatau Ganggu Warga, BNPB Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca
6 September 2026 pukul 12.35 · Baca aslinya ↗
Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Warga, BNPB Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca
6 September 2026 pukul 12.35 · Baca aslinya ↗